Sambosa

Samosa, samsa (bahasa Kirgiz: самса and bahasa Kazak: самса, IPA: [sɑmsɑ́], bahasa Punjabi: Samasa,bahasa Hindi: Samusa) atau somsa (Uzbek: somsa, IPA: [sɒmsá]) adalah pastri goreng berbentuk segitiga. Isi berupa kentangrebus berbumbu rempah-rempah dicampur kacang kapri, bawang bombay, daun ketumbar, dan kadang-kadang paneer. Makanan ringan ini populer di Asia Tengah Asia Selatan, Malaysia, Singapura, dan Semenanjung Arab.

Samosa vegetarian khas India dibuat dari terigu (tepung maida), kentang, bawang bombay, rempah-rempah, dan cabai hijau. Bawang bombay digantikan asafetida (hing) untuk orang yang pantang bawang. Samosa dimakan dengan saus cocol berupa chutney, seperti chutney daun mint, chutney daun ketumbar, atau chutney asam jawa. Versi nonvegetarian berisi daging cincang (keema) atau kadang-kadang daging ikan. Di Asia Tengah, isi berupa daging domba dan bawang bombay, labu, atau kentang.

Nama samosa berasal dari bahasa Persia sanbosag. Sebutan lain untuknya di berbagai negara juga berakar dari kata yang sama: sambusac(sanbusak) yang berbentuk bulan sabit, sanbusaj di negara-negara berbahasa Arab, sambosa di Afganistan, samboosa di Tajikistan, samsa di negara-negara bahasa Turki, sambusa di beberapa wilayah di Iran, dan chamuça di Goa dan Portugal.

Samosa telah selama berabad-abad disenangi orang di Asia Selatan. Makanan ringan ini diperkirakan berasal dari Asia Tengah sebelum abad ke-10,  (di tempat asalnya disebut samsa) dan diperkenalkan ke anak benua India pada abad ke-13 atau abad ke-14 oleh para pedagang dari kawasan Asia Tengah[1].

Amir Khusro (1253-1325), cendekiawan dan penyair kerajaan Kesultanan Delhi menulis sekitar tahun 1300 tentang para pangeran dan kalangan bangsawan yang menyukai “samosa yang dibuat dari daging, minyak samin, bawang bombay, dan lain lain.”

Pengembara dan penjelajah asal abad ke-14 bernama Ibnu Battutah menjelaskan tentang makanan yang dimakannya di istana Muhammad bin Tughluq, bernama samushak atau sambusak, kue pai kecil yang diisi daging cincang, kacang badam, kacang pistasio, kacang walnut, dan disajikan sebelum hidangan tahap ketiga, pulao.

Dokumen Ain-i-Akbari asal zaman Mughal abad ke-16 menyebutkan resep qutab dengan penjelasan, “orang Hindustanmenamakannya sanbúsah.”

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *